Pages

Senin, April 18, 2011

2 Buku Saya Sudah Boleh Dimiliki

Alhamdulillah, 2 buku baru sudah pun berada di pasaran. Dan boleh didapatkan di kedai2 buku agama berhampiran anda. Insya Allah, boleh juga didapatkan pada pesta buku nanti. Stok baru sampai pagi tadi. Kepada sesiapa yang ingin menempah buku-buku ini, boleh hubungi dan mesej saya di no, 016-8219260. Terima kasih.

Biografi Ulama' Sunnah India
Perniagaan Jahabersa
127 m/s
RM8.90

Buku ini menghimpunkan 8 biografi ulama sunnah di India. Hubungan keagaman antara Benua India dengan rantau Nusantara sudah terjalin sejak sekian lama. Begitu juga hubungan keilmuan Islam antara negara India sendiri dengan Tanah Melayu kita sudahpu
n melakarkan sejarahnya yang tersendiri. Antara ulama melayu terkenal yang pernah belajar di India ialah Tok Khurasan.

Maulana Zakariya al-Kandahlawi, belajar di stesen keretapi; Maulana Abul Hasan Ali An-Nadwi, seusia 15 tahun sudah menghafal syair Iqbal; Syeikh Dr Ihsan Ilahi Zahir, pejuang sunnah yang menemui syahid; Syeikh Syafiurrahman al-Mubarakfuri, menulis sebuah kitab sirah Nabi yang terbaik dan sahih abad ini.

Turut disajikan dalam buku ini, gambar-gambar para ulama sunnah India yang eksklusif yang sukar dan jarang ditemukan dan dilihat.
Risalah Nur - Petunjuk Bagi Perempuan
Penulis: Badiuzzaman Said Nursi
Alihbahasa dan Tambahan: Muhammad Abdulloh Suradi
Perniagaan Jahabersa
154 m/s
RM10.90

Buku ini merupakan terjemahan daripada karya asal berjudul Risalah Akhawat, himpunan dari beberapa risalah dari kitab Risalah Nur karya agung Badiuzzaman Said Nursi. Memandangkan risalah ini sangat berguna dan bermanfaat, saya cuba menterjemahkannya ke dalam bahasa ibunda tercinta kita, bahasa Melayu.

Dalam Risalah Akhawat ini, Said Nursi menulisnya khusus untuk para perempuan dalam membicarakan dan memberi petunjuk kepada setiap perempuan melalui pemikirannya yang penuh haruman hikmah dan kilauan iman yang pasti meresap di segenap hati bagi sesiapa yang menghadam dan menukil tulisan-tulisannya.

Dalam pandangan Nursi, dari sudut fitrah setiap wanita mempunyai kemuliaan, keistimewaan dan kedudukan yang setara dengan setiap lelaki, walaupun secara fizikal memiliki tugas kehidupan uniknya masing-masing. Setiap wanita menginginkan lelaki sebagaimana setiap lelaki memerlukan wanita, bukan hanya untuk kehidupan duniawi yang fana ini tetapi menembus sampai kehidupan ukhrawi kelak. Keduanya bukan hanya akan bersanding di mahligai duniawi, melainkan juga di mahligai syurgawi akhirat nanti.

Kamis, April 07, 2011

Pengajaran dan Nasihat dari Kisah Umat-Umat Terdahulu

Oleh: Syeikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i



Segala puji bagi Allah, semoga selawat dan salam atas Nabi kita, pengikutNya, dan para Shahabatnya. Dan demikian juga semoga Allah memberikan banyak keselamatan atasnya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam adalah hamba dan utusan-Nya.

Amma ba’du,

Sesungguhnya pada kisah umat-umat terdahulu dan apa yang Allah turunkan kepada mereka berupa murka dan siksa Allah disebabkan berpalingnya mereka dari apa yang dibawa oleh para rosul, terdapat satu pelajaran dan nasehat.

Allah berfirman dalam kitab-Nya yang mulia
وَكَأَيِّن مِّن قَرْيَةٍ عَتَتْ عَنْ أَمْرِ رَبِّهَا وَرُسُلِهِ فَحَاسَبْنَاهَا حِسَابًا شَدِيدًا وَعَذَّبْنَاهَا عَذَابًا نُّكْرًا

” Dan berapa banyak (penduduk) negeri yang mendurhakai perintah Rabb mereka dan rasul-rasulNya, maka Kami hisab penduduk negeri itu dengan hisab yang keras, dan Kami adzab mereka dengan adzab yang mengerikan.” (Ath-Thalaq)

Dan Allah berfirman
وَنُخَوِّفُهُمْ فَمَا يَزِيدُهُمْ إِلاَّ طُغْيَانًا كَبِيرًا

” Dan kami menakut-nakuti mereka (orang-orang terdahulu), tetapi yang demikian itu hanyalah menambah besar kedurhakaan mereka. “ (Al-Isra: 60)

Maka pada kisah umat-umat terdahulu memberikah ibroh (pelajaran) dan peringatan bagi kita dari menolak sesuatu yang dibawa oleh Nabi kita Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam. Maka wajib kita untuk bertaubat kepada Allah.

Sejarah Bencana Besar Yang Terjadi Pada Umat Islam

Dan aku telah menukil dalam masalah ini dari kitab ‘Al-Makhroj min Al-Fitnah tentang ujian Allah terhadap umat Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam setelah Nabi kita Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam sampai masa Ibnu Jauzi rahimahullah. Ini sedikit nukilan dari yang disebutkan Ibnul Jauzi di dalam kitab Al-Mudhisy dan tidak diambil semua. Dan masih tersisa dari masa Ibnul Jauzi sampai masa kita ini, kalau seseorang menelitinya tentu akan menjadi lebih banyak. Dan yang perlu diketahui bahwa gempa tidak terjadi pada masa Nabi shallallahu’alaihi wa sallam dan masa Abu Bakar radhiyallahu’anhu akan tetapi terjadi pada masa Umar bin Khathab radiyallahu’anhu.

Kami mengatakan, Al-Hafidz Ibnul Jauzi membawakan dalam kitabnya Al-Mudhisy sebagian peristiwa-peristiwa yamg terjadi pada umat Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam, baik berupa kelaparan dan gempa. Dan aku berpandangan untuk mengangkatnya karena di dalamnya ada pelajaran.

Ibnul Jauzi rahimahullah berkata:

Fasal Tentang Kekeringan dan Kematian Yang Merata

~ Bumi mengalami kekeringan pada tahun 18 H. Waktu itu angin menghembuskan debu seperti abu, sehingga tahun itu disebut tahun kebinasaan. Dan binatang liar menjadi jinak pada manusia, ‘Umar radiyallahu’anhu bersumpah tidak akan makan lemak dan daging sampai orang-orang bisa hidup. Kemudian ‘Umar radiyallahu’anhu beristisqa’ (meminta hujan kepada Allah) dengan perantaraan do’a Al-Abbas bin Abdul Muthallib radiyallahu’anhu. Sehingga mereka diberi hujan. Pada tahun itu terjadi wabah Tha’un (Pes) yang menjalar di daerah ‘Amawas (satu daerah di Palestina), pada wabah itu meninggal Abu ‘Ubaidah, Mu’adz, dan Anas radiyallahu’ahun ajmain.

~ Pada tahun 96 H terjadi tha’un yang menyapu bersih. Dalam 3 hari meninggal 70.000 orang. Adapula satu penghuni rumah yang meninggal , kemudian pintu rumah tersebut di plester dengan tanah sehingga rumah tersebut menjadi kuburan bagi mereka, karena tidak ada orang yang mengeluarkan mereka ke pekuburan dan menggalikan kubur untuk mereka.

~ Pada tahun 131 H, pada hari pertama telah meninggal 70.000 orang karena tha’un . Pada hari kedua meninggal 70.000 orang lebih. Pada hari ketiga orang-orang binasa.

~ Pada tahun 334 H, anak-anak disembelih, bangkai dimakan. Harta pilihan dibeli dengan adonan roti. Satu takaran tepung dibeli untuk pembesar negeri dengan harga 20.000 dirham.

~ Pada tahun 448 H, terjadi kekeringan yang merata. Hingga bangkai dimakan dan satu takaran sayuran berharga tujuh dinar (mata uang emas), safarjalah (sejenis buah jambu) dan buah delima berharga satu dinar, mentimun dan bunga teratai dibeli dengan satu dinar.

~ Pada tahun berikutnya terjadi wabah, dan digali lubang -seperti lubang untuk menangkap singa- untuk mengubur 20-30 orang kemudian mereka di lempar ke dalamnya. Kemudian semua orang bertaubat, mereka menuang minum-minuman keras dan memakmurkan masjid.

Fasal Tentang Gempa Bumi dan Tanda-Tanda Kekuasan Allah

~ Terjadi gempa bumi pada tahun 94 H selama 40 hari, sehingga bangunan bagunan tinggi menjadi runtuh. Dan kota Anthakiyyah (satu kota di Syam) menjadi hancur

~ Pada tahun 224 H terjadi gempa bumi di daerah Farghonah, gunung-gunung retak sehingga penduduk negeri berlarian menuju laut dan perahu-perahu. Keadaan ini berlangsung selama 16 hari.

~ Pada tahun 233 H terjadi gempa bumi di Damsyiq sehingga rumah-rumah roboh dan meninggallah manusia di dalamnya. Sebuah desa Al-Ghuthoh terbalik bersama penduduknya, tidak ada yang selamat dari penduduknya kecuali satu orang. Dan Anthakiyyah mengalami gempa bumi sampai meninggal 20.000 orang.

~ Pada tahun 460 H terjadi gempa di Palestina, pada kejadian itu 15.000 orang binasa dan terbelah batu baitu maqdis kemudian kembali dan merapat lagi. Laut hilang sejauh perjalanan satu hari dan tenggelam dibumi (hal ini hampir mirip seperti yang terjadi saat tsunami di Aceh, pent). Sehingga orang-orang berdesakan kedalam laut. Kemudian air laut kembali kepada mereka, sehingga banyak diantara mereka meninggal.

~ Pada tahun 533 H terjadi gempa di Janzah -sebuah negeri besar di Iran-. Gempa bumi itu menimpa 230.000 orang dan membinasakan mereka. Da terjadi gempa yang semisal dalam jarak sejauh 10 farsakh.

~ Pada tahun 551 H terjadi gempa di Syam di 13 negeri Islam. Ada diantara negeri itu binasa semua, ada yang binasa sebagiannya.

Sampai disini nukilan dari Ibnul Jauzi rahimahullah.

Dan Al-Hafidz Ibnu Katsir rahimahullah dalam kitabnya Al Bidayah wa An Nihayah telah menyebutkan sebagian besar dari kejadian-kejadian ini secara terpisah menurut peristiwa-peristiwa tahunan. Dan beliau menambahkan padanya kejadian-kejadian sesudah masa Al-Hafidz Ibnul Jauzi rahimahullah.

Pada peristiwa-peristiwa itu terkandung pelajaran dan peringatan. Semoga Allah memberikan taufiq kepada kaum muslimin untuk kembali kepada Allah, untuk bertaubat kepada Allah dengan taubat yang benar dan untuk membuang taqlid kepada orang-orang yang menyelisihi Al-Qur’an dan As-Sunnah. Amin.

~ Disalin secara ringkas dari buku Ada Apa Dengan Gempa Bumi dan Bencana Yang Menimpa Umat Islam oleh Syeikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i rahimahullah dari hal. 90 – 121.

http://moslemsunnah.wordpress.com/2011/03/13/pelajaran-dan-nasehat-dari-kisah-umat-umat-terdahulu

Minggu, Februari 27, 2011

2 Buku Saya Akan Terbit

Sedang dalam proses pencetakan.

Minggu, Februari 13, 2011

Penilaian Semula Tarikh Kelahiran Dan Kewafatan Rasulullah S.A.W.

Puji-pujian bagi Allah Subhanahu wa Taala, selawat dan salam keatas junjungan kita Nabi Muhammad s.a.w. serta para sahabatnya.

Masyarakat Islam di negara kita umumnya menerima tarikh 12hb. Rabiul Awwal sebagai hari kelahiran Nabi Muhammad s.a.w. ( Maulidur Rasul ) . Fakta ini perlu di kaji semula kerana didapati bercanggah dengan fakta sejarah, hadis dan sains.

Disamping itu, sekiranya diterima juga tarikh wafat Nabi s.a.w. pada 12hb. Rabiul Awwal, (sebagaimana dipercayai umum), ia akan menimbulkan satu konflik di dalam jiwa masyarakat yang mana di satu pihak mereka merayakan kelahiran Nabi s.a.w. dan bergembira kerananya sedangkan di pihak lain pula pada hari yang sama sepatutnya mereka bersedih dan tidak boleh merayakan hari tersebut kerana ia juga merupakan hari kewafatan Nabi saw. Jadi di manakah adanya kewajaran masyarakat merayakan Maulidur Rasul yang juga merupakan hari perkabungannya? (Tanpa mengambil kira perayaan Maulidur Rasul itu sendiri adakah bersesuaian dengan sunnah atau sebaliknya).

Di samping itu angka 12 yang dipilih untuk hari lahir dan hari wafat Nabi saw berkemungkinan besar berpunca daripada Syiah Imam Dua Belas. Justeru angka 12 ini bagi mereka merupakan angka sakti yang mereka kaitkan sekian banyak keistimewaan dengannya. Apalagi jika orang yang mula-mula mempopularkan tarikh ini adalah Ibnu Ishaq yang juga seorang Syiah. (Taqribut Tahdzib, Al Hafiz Ibnu Hajar al-Asqalani, jilid 2, halaman 144).

Pendapat yang menyatakan bahawa Nabi s.a.w. dilahirkan pada 12hb. Rabiul Awwal itu walaupun masyhur tetapi ia berasaskan riwayat yang lemah kerana ia berpunca daripada Ibmu Ishaq seperti mana yang diriwayatkan oleh Ibnu Hisyam di dalam kitab sirahnya. Menurut ulama-ulama rijal hadis, Ibnu Ishaq selain dianggap sebagai seorang Syiah, dia juga seorang yang lemah dalam riwayat-riwayatnya. Imam Nasa’i mengatakan bahawa dia tidak kuat. Daraqutni mengatakan hadisnya tidak boleh menjadi hujjah. Imam Abu Daud ada berkata, “Dia adalah seorang yang berfahaman Qadariah dan Mu’tazilah.” Imam Sulaiman At-Taimy, Hisyam bin Urwah, Yahya bin Said Al-Qatthan dan Imam Malik mengatakan dia seorang pendusta besar. Malah Imam Malik pernah berkata, “Dia seorang dajjal” (Mizanul I’tidal, Imam Zahabi, jilid 3, halaman 468 – 475). Ibnu Ishaq sendiri tidak menyebutkan sanad-sanad tempat ambilannya.

Pendapat yang sahih dan kuat bagi tarikh kelahiran Baginda ialah pada hari Isnin, 9hb Rabiul Awwal Tahun Gajah. Di antara ulama yang berpendapat sedemikian ialah Humaidi, Uqail, Yunus bin Yazid, Ibnu Abdillah, Ibnu Hazam, Muhammad bin Musa Al-Khuwarazmi, Abdul Khattab Ibnu Dihyah, Ibnu Taimiyyah, Ibnu Qayyim, Ibnu Kathir, Ibnu Hajar dan Badruddin `Aini (Al-Bidayah wa An Nihayah, jilid 2 halaman 260-261)

Pendapat ini juga disokong oleh penyelidikan yang dibuat oleh seorang ahli falak yang terkenal iaitu Mahmud Pasya yang cuba menentukan tarikh gerhana matahari dan gerhana bulan yang berlaku semenjak zaman Nabi s.a.w. hingga ke zaman beliau. Berdasarkan kajian beliau, hari Isnin tidak mungkin bertepatan dengan 12hb. Rabiul Awwal mengikut perkiraan bagaimana sekalipun bahkan hari Isnin pada bulan berkenaan (Rabiul Awwal) jatuh pada 9 haribulan. Beliau mengemukakan beberapa alasan untuk menyokong hasil kajiannya. Antara alasan-alasan yang dikemukakan oleh Mahmud Pasya ialah:

· Dalam Sahih Bukhari disebut ketika anak Rasulullah saw iaitu Ibrahim wafat, telah berlaku gerhana matahari iaitu pada tahun ke 10 Hijrah dan Nabi Muhammad saw ketika itu berusia 63 tahun.

· Berdasarkan kaedah kiraan falak, diketahui bahawa gerhana matahari yang berlaku pada tahun 10H itu adalah bertepatan dengan 7hb. Januari 632M pukul 8.30 pagi.

· Berdasarkan kepada kiraan ini, sekiranya kita undurkan 63 tahun ke belakang mengikut tahun qamariah, maka kelahiran Nabi saw jatuh pada tahun 571M. Berdasarkan kira-kira yang telah dibuat beliau, 1hb. Rabiul Awwal menepati 12hb. April 571M.

· Perselisihan pendapat berlaku tentang tarikh kelahiran Nabi saw, walau bagaimanapun semua pihak telah sepakat mengatakan ia berlaku pada hari Isnin bulan Rabiul Awwal tersebut. Tetapi Mahmud Pasya mendapati hari Isnin jatuh pada 9hb. Rabiul Awwal bersamaan 20hb. April 571M. Ini menguatkan lagi pendapat ulama-ulama muktabar yang telah disebutkan di atas.

Di antara penulis sirah mutaakhir yang menyokong pendapat ini ialah Syeikh Muhammad Al Khudhori Bik di dalam “Nurul Yaqin” (hal. 6), Syeikh Safiyyurrahman al-Mubarakpuri di dalam “Rahiqul Makhtum” (halaman 54), `Allamah Sibli Nu’mani di dalam “Siratun Nabi” (jilid 1 hal. 176), Maulana Abdul Kalam Azad di dalam “Rasul Rahmat” (hal. 37) dan lain-lain.

Berhubung dengan tarikh wafat Nabi Muhammad s.a.w. pula, Ibnu Katsir menyebutkan dalam kitabnya al-Fushul fii siraatir Rasul bahawa Rasulullah wafat pada hari Isnin, 12hb Rabiul Awwal. Kemudian disahihkan oleh Syaikh Salim 'Ied al-Hilali dan menyatakan pada catatannya bersandarkan Hadis Riwayat al-Bukhari dan Muslim.

Pendapat lain menyatakan 1hb Rabiul Awwal, antaranya daripada riwayat tokoh utama sirah iaitu Musa bin Uqbah dan ulama hadis yang terkenal Imam Laith bin Saad, Abu Nua’im Fadhal bin Dukain dan lain-lain. Pendapat ini juga disokong oleh Imam Suhaili dan Al Khuwarazmi. (Fathul Bari, Jilid 16. hal. 206, “Ar Raudhul Unuf,” jilid 7, hal. 579). Daripada kenyataan-kenyataan yang disebut di atas, tarikh yang lebih tepat bagi kewafatan Nabi S.A.W. ialah pada hari Isnin 1hb. Rabiul Awwal tahun 11H bersamaan dengan 25hb. Mei 632M.

Berdasarkan kepada fakta-fakta yang telah kami kemukakan pihak kami berharap agar masyarakat menilai semula tarikh sebenar kelahiran Nabi s.a.w. dan tidak merayakan suatu hari yang kononnya hari kelahiran Nabi s.a.w. padahal ia bukanlah harinya yang sebenar.

Rujukan:
- Siri Risalah Suluhan oleh Maulana Asri Yusof dengan sedikit pindaan

- al-Fushul fi Sirah Rasul karya Ibnu Katsir

- Rahiqul Makhtum karya Syeikh Safiyyurrahman al-Mubarakpuri

Rabu, Februari 09, 2011

Perginya Seorang Ulama' Tafsir Jordan yang Buta


Perginya seorang alim dan mufassir Jordan yang buta, Syeikh Dr Fadl Hasan Abbas sekitar waktu zohor (waktu Jordan) tadi pada usia 81 tahun. Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun. Jenazahnya akan dikebumikan pada hari esok di perkuburan di Sahab Islam, insya Allah.

Syeikh Dr Fadl Hasan ialah salah satu ulama' yang paling menonjol di Jordan dan seorang yang dikira alim dalam ilmu tafsir dan ilmu bahasa. Dr Fadl Hasan muncul sebagai salah satu ulama' yang paling penting dari tafsiran dan tilawahnya yang direkodkan pada tahun 70-an ketika radio Jordan bersiaran 400 episod dalam membaca al-Quran dan tafsirannya.

Sumber:
http://www.assabeel.net/local-news/%D8%A8%D9%84%D8%A7%D8%AF%D9%86%D8%A7/33092-%D8%A7%D9%84%D8%AF%D9%83%D8%AA%D9%88%D8%B1-%D9%81%D8%B6%D9%84-%D8%AD%D8%B3%D9%86-%D8%B9%D8%A8%D8%A7%D8%B3-%D9%81%D9%8A-%D8%B0%D9%85%D8%A9-%D8%A7%D9%84%D9%84%D9%87.html

Selasa, Januari 25, 2011

Kisah Cinta Syeikh Said Hawa dan Ummu Muhammad

Dikongsikan di sini, kisah kehidupan Ummu Muhammad (isteri kepada Syeikh Said Hawa) sepanjang bergelar isteri kepada seorang pejuang.

Artikel ini diterbitkan hasil pertemuan sekumpulan Muslimat Malaysia bersama Ummu Muhammad pada tahun 2000. Semoga bermanfaat.

Bagaimanakah Kehidupan Syeikh Said Hawa Secara Terperinci?

Syeikh Rahimahullah amat sibuk dengan urusan dakwah sejak sebelum berkahwin lagi.Oleh itu,selepas berkahwin beliau berusaha meluangkan masanya untuk bersama anak-anaknya dan berbincang dalam pelbagai isu serta mendidik mereka dalam urusan agama dan kemasyarakatan.

Anak-anaknya masih kecil ketika beliau dipenjarakan selama 5 tahun pada 1973 hingga 1978.Lalu saya memikul tanggungjawab mendidik anak-anak dan ketika itu dikurniakan 4 orang anak, 3 lelaki dan seorang perempuan - Muhammad, Ahmad, Mu'az dan Fatimah, alhamdulillah.

Sesungguhnya Allah mengurniakan bantuan kepada saya sehingga mampu memberikan didikan agama buat anak-anak. Justeru, apabila beliau keluar dari penjara maka beliau mendapati anak-anaknya telah membesar di bawah tarbiyah yang baik.

Setiap pagi, beliau akan meluangkan masa bersama anak-anak dan kadangkala sekitar pukul 9 ke 10 malam.Manakala waktu selebihnya adalah untuk urusan dakwah,menulis dan mengarang.Saya akan membantunya dalam beberapa aspek: Jika dia mengarang maka saya akan menaipkan untuknya dan Alhamdulillah kami mampu menghasilkan beberapa kitab.Beliau juga tidak pernah mengabaikan aspek tarbiyah anak-anaknya bahkan memperuntukkan satu hari setiap minggu untuk berkelah dan sepanjang perkelahan tersebut beliau akan mengadakan perbincangan dan sebagainya dengan anak-anak.Kebiasaannya kami berkelah pada hari Khamis manakala hari Jumaat kami akan berada di rumah.

Hakikatnya sesiapa yang mengatur waktunya , pasti dia akan mendapat faedah yang banyak dari aturan tersebut.

Bagaimana Perasaan Ummu Muhammad Ketika Syeikh Rahimahullah Ditangkap dan Dipenjarakan?

Ketika itu,harapan dan pergantungan saya hanyalah pada Allah dan saya tidak sekalipun hilang kawalan diri. Harapan saya agar beliau segera keluar dari penjara dan boleh menyambung semula kerja-kerja dakwah beliau. Saya tetap meneruskan pendidikan terhadap anak-anak sebagaimana biasa dan menggunakan pelbagai wasilah pendidikan seperti kaset-kaset Al-Quran dan kisah-kisah Agama.

Mereka mula menghafaz al-Quran ketika berusia 5 tahun dan kini,tiga daripada mereka telah pun hafiz al-Quran malah mempraktikkan isi kandungannya, alhamdulillah. Selepas 2 bulan beliau keluar dari penjara, adiknya Mahmud, seorang pemuda soleh, melihat beliau di dalam mimpi dibunuh dan mati syahid.

Bagaimanakah Bentuk Kehidupan Ummu Muhammad dan Syeikh Rahimahullah Sebagai Pasangan Suami Isteri?

Kami sama-sama memanfaatkan masa dan menunaikan haknya dan tidak wujud sebarang pembaziran.

Contohnya,jika kamu keletihan,jangan kamu berehat terus,sebaliknya lakukan sesuatu yang menyenangkan dan tidak meletihkan seperti sambil kamu duduk, kamu menulis sesuatu yang berfaedah. Atau letakkan anak kamu di sisi dan kamu ajari mereka sesuatu.Jika dikunjungi tetamu,segerakan penyediaan hidangan mereka. Ataupun jika kamu dikunjungi tetamu secara mengejut, bersedia menyambut mereka. Kesimpulannya, kamu perlu berusaha memanfaatkan waktu.

Kami akan membaca al-Quran selepas solat Subuh dan kemudian meluangkan masa untuk penulisan selama 2 jam tetapi ini kebiasaannya pada waktu cuti. Jika waktu persekolahan, kami akan menulis sekembalinya dari sekolah jika tiada tetamu yang berkunjung. Jika beliau bekerja sendirian, sibuk dengan membaca kitab-kitab lama, saya akan menjalankan kerja-kerja asas rumah dan mengajar anak-anak.Beliau sentiasa meluangkan masa menziarahi kaum kerabatnya pada hari Jumaat. Inilah rutin kami semenjak kami mendirikan rumahtangga.

Pernah sekali saya mimpikan beliau ketika beliau masih dalam bilik kecil dan sempit di dalam penjara. Dalam mimpi itu seolah-olah saya berdiri di hadapan bilik kurungan tersebut dan pintunya terbuka. Saya melihat cahaya memancar dari bilik tersebut dan timbul ketenangan di hati saya bahawa al-Quran yang dihafaznya menjadi pembantunya. Beliau dikurung di situ selama 9 bulan dan selama tempoh itu beliau tekun mengulangkaji al-Quran. Tidak berapa lama selepas itu beliau dikeluarkan ke penjara yang lebih besar yang dihuni oleh orang lain.
Selepas 5 tahun beliau dibebaskan dan ramai yang tidak percayakan peristiwa tersebut melainkan setelah melihatnya dengan mata mereka sendiri. Mereka semua meraikan pembebasan Syeikh Rahimahullah di rumah keluarganya.

Bagaimanakah As-Syeikh Mengenali Ummu Muhammad?

Awalnya, saya hanya mengetahuinya ketika di tahun akhir di universiti sedangkan dia ketika itu telah 2 tahun meninggalkan universiti. Saya tidak mengenalinya langsung namun mengetahuinya dari sepupu sebelah ibu saya. Sebelum kami berkahwin, berlaku pelbagai penentangan di Syria, kemudian demonstrasi Hammah, masjid-masjid dibakar dan keadaan ini memaksa beliau berlindung di Iraq selama 2 bulan. Beberapa individu tertentu yang baik hati telah membantunya sehingga diampuni dan dibolehkan memasuki Syria kembali. Sekembalinya dari Iraq, kami terus mendirikan rumahtangga dan menetap di kampungnya, Hammah selama 2 tahun. Kemudian kami ke Saudi selama 5 tahun dan kembali semula ke Syria dan ketika itulah beliau dipenjarakan.

Beliau sering menawarkan saya menemaninya dalam musafir namun saya lebih selesa untuk bersama anak-anak dan meneruskan tanggungjawab saya mendidik mereka. Waktu keluar untuk urusan dakwahnya sering tidak menentu namun saya akan selalu berpesan setiap kali beliau ingin keluar.." ALLAH MA'AK" (ALLAH BERSAMA KAMU) dan apabila tetamu datang , saya akan ucapkan "Ahlan wa sahlan."

Jika dikunjungi keluarganya, saya akan meraikan dan melayan mereka dengan sebaiknya. Antara sikap beliau yang amat saya fahami adalah beliau inginkan agar ibu bapanya dilayan dengan baik. Begitu juga dengan tetamunya. Ibunya masih ada lagi dan kami sering menziarahinya. Bapanya telah pulang ke rahmatullah 4 bulan lebih selepas Syeikh Rahimahullah meninggal.

Apakah Aturan Pendidikan Untuk Anak-anak Ummu Muhammad?

Pertamanya, suruh anak-anak mengerjakan dan menyelesaikan urusan agama bermula dari aspek Tauhid dan Ibadat.

Ajari mereka al-Quran dan mulakan dengan Surah Al-Ikhlas sehingga mereka mampu memahami keesaan Allah. Tekankan tentang aspek ibadah seperti solat, puasa, zakat dan haji. Pada masa yang sama aspek akhlak dan pergaulan dididik dengan sebaiknya kerana semua perkara ini perlu dipupuk sejak anak-anak masih kecil.

Tarbiyah dalam aspek ibadah dan agama bila dipupuk sejak kecil, maka bila mereka mencapai usia mukallaf maka mereka tidak akan rasa susah dan tertekan kerana semua perkara tersebut telah menjadi rutin dan resam kehidupan mereka. Pendidikan agama buat anak-anak akan memberi impak pada sudut Akhlak mereka,oleh itu wajib bagi ibu bapa mendidik mereka atas dasar perintah dan suruhan Allah.

Jika sudut Agama pada anak-anak diabaikan ketika mereka masih kecil, maka proses didikan tersebut akan sukar terutamanya apabila mereka mencapai usia 10 tahun atau lebih,dan masalah ini lebih ketara kepada anak-anak perempuan. Komitmen anak-anak dalam berpakaian,menutup aurat,solat dan puasa akan menjadi sukar ketika itu malah penentangan sering berlaku disebabkan tiadanya latihan di peringkat awal.

Suasana didikan yang saya terima dan ketika bersama Syeikh Rahimahullah adalah sama,sama ada dari segi pakaian, kerja dakwah , penulisan, dan menyambut tetamu. Lantaran semuanya atas dasar dakwah dan Islam. Niat kami sentisa , InsyaAllah adalah kerana Allah dan untuk Islam serta atas dasar menegakkan kalimah Allah Taala.

Sumber:
http://ainunmardhiahismail.blogspot.com/2010/03/cinta-ummu-muhammad-as-syeikh-said.html

Biografi Said Hawa boleh dibaca pada entri terdahulu: http://tamanulama.blogspot.com/2008/01/said-hawa-ulama-yang-gigih.html

Senin, Januari 03, 2011

MINI SEMINAR: Sumbangan Syeikh Idris Al-Marbawi


MINI SEMINAR: Sumbangan Syeikh Idris Al-Marbawi

'Mengimbau kehebatan dan jasa Syeikh Idris al-Marbawi dalam menyebarkan ilmu-ilmu Islam di Nusantara'

Ahli Panel

Ustaz Adlan Abd Aziz (Al-Ahkam.net)

Ustaz Mohd Syauqi Mohd Zahir (UIAM)

Ustaz Anwaruddin Abd Wahab (Bernama)


Tarikh/Masa: Ahad, 9 Januari 2011, 9:30 A.M to 2:00 P.M


Tempat: IIS Hall, No 1-5-2, Prima Peninsula, Jalan Setiawangsa 11, Taman Setiawangsa, KL


Program ini percuma.

Tempat Terhad!!!

Daftar di http://iis-ahkam-2011.eventbrite.com


Penyertaan adalah melalui pendaftaran SAHAJA!!!