Minggu, Maret 29, 2009

Jangan Bersedih, Bila Anda Masih Menjaga Kebaikan



Tangan-tangan mengadah mendoakan anda dan bibir memuji atas kebaikan yang anda berikan. Sesungguhnya pujian itu adalah nyawa kedua, anak yang abadi, warisan yang awet serta peninggalan yang diberkahi.

Seorang penyair berkata:

Seolah kau menemukan mutiara dalam buku.
Kau menjadi tahu bahawa yang haram
tidaklah halal bagimu.
Bila musim dingin tiba, kaulah matahari
dan bila musim panas datang
kaulah tempat berteduh.
Kau tidak pernah mengetahui
harta yang kau infaqkan
apakah banyak ataukah sedikit.
Kau menerima balasan dari orang sekitarmu
atas setiap kebaikan yang kau lakukan.
Kaulah sang pahlawan terhormat dan termulia.
Bila kami berpapasan denganmu
kami lihat cahaya di wajahmu
bagai seorang penakut mendapat suluh
di tengah malam.
Mengingatimu dalam setiap waktu
memberikan kami pertunjuk ke jalan baik
dan menyebut namamu berulang kali
tidak membosankan.
Kami rela mengorbankan jiwa kami
dengngan segala derita
laksana jamaah haji sedang bertahallul.


Umar Al-Khattab r.a. pernah mengatakan: "Kami mendapatkan sebaik-baik kehidupan kami di dalam sabar."

Dia juga berkata: 'Sebaik-baik kehidupan yang kami alami adalah dengan kesabaran. Seandainya kesabaran itu seorang lelaki, pastilah dia seorang lelaki yang terhormat."

Ali bin Abi Talib r.a. pernah berkata: "Ketahuilah bahawa sesungguhnya sabar itu laksana kepala bagi jasad. Jika kepala diputus tidak ada gunanya jasad ini.: Kemudian dia mengangkat suaranya dan berkata: "Sesungguhnya tidak ada iman bagi seseorang yang tidak memiliki kesabaran."

Dipetik dari:
La Tahzan (Jangan Bersedih) karya Dr Aidh Abdullah al-Qarni

3 komentar:

Nurhadi,S.Pd mengatakan...

alahamdulillah. aku dibukakan pintu hidayah untuk lebih sabar. makasih ya tlah ijinkan aku belajar disini.

Nurhadi,S.Pd mengatakan...

oh ya ini blog aku www.sastra-sma.co.cc

M.A.Uswah mengatakan...

Sama2. Moga mendapat manfaatnya.