
Keluarganya berasal dari suku Ansar (para pendukung yang mendukung Rasulullah saw dan para sahabatnya yang berhijrah dari Makkah ke Madinah).
Ibunya meninggal ketika dia masih berusia 2 tahun. Masa muda itu sangat dilindungi oleh Allah Taala dari apa yang jika tidak akan dianggap kesesatan atau kesalahan.
Ayahnya, Syeikh Qasim Ba'yun adalah orang yang benar. Dia mengambil perhatian khusus dari anaknya dan mendaftarkan dia dalam kelas menghafal al-Quran. Syeikh Mahmud menghafal al-Quran ketika dia berumur 5 tahun.

Ayahnya bertanya kepadanya, "Kenapa?"
Dia menjawab, "Saya masih muda (sekitar 12 tahun) dan dapat mengingat lebih..."
Ayahnya sangat senang dan membawanya secara peribadi untuk bertemu dengan Syeikh Badi'uddin di Darul Hadis. Sejak itu, dia tetap dan tinggal di sana, di bawah pengawasan peribadi Syeikh Badi'uddin, yang rumahnya dihubungkan dengan sebuah pintu ke sekolah.
Meskipun tingkat pembelajaran Islam itu tinggi pada waktu itu, beberapa topik yang diajarkan oleh Syeikh Badi'uddin adalah kesulitan seperti Syeikh Mahmud yang hanya mampu menyelesaikannya.
Setelah kematian Syeikh Badi'uddin, dia tetap di Darul Hadis dan membantu membangun kembali sekolah itu, untuk memungkinkan lebih banyak pelajar. Dia juga menjadi salah satu pelajar Syeikh Abul Khair al-Maidani yang terdekat, mengambil tarekat Naqsyabandi daripadanya dan menjadi salah satu penggantinya terkemuka.

Syeikh Mahmud al-Rankusi wafat pada 1405 H/1985 M.
Diterjemahkan dari:
http://www.sunnah.org/history/Scholars/sh_rankousi.htm
0 komentar:
Posting Komentar